Politik
Beranda / Politik / Politik / Pemuda Katolik Yakin Klaim Legitimasi Dibalik Pencatutan Deken, OPD “Disuruh” Minta Maaf

Pemuda Katolik Yakin Klaim Legitimasi Dibalik Pencatutan Deken, OPD “Disuruh” Minta Maaf

Lembata, beritapas – Pencatutan nama Deken Lembata melalui Keputusan Bupati Lembata Nomor 163 Tahun 2026 tentang Pokja Pendamping Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Atadei, diyakini tersirat upaya klaim legitimasi.

Sikap Gereja Katolik di wilayah Flores-Lembata yang secara tegas menolak proyek geothermal atas pertimbangan ekologis dan sosial budaya, diyakini menjadi alasan dicatutnya nama Deken Lembata masuk dalam struktur Pokja geothermal Atadei, menduduki jabatan sebagai pengarah.

Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Advokasi Pemuda Katolik Cabang Lembata, Rafael Ama Raya, ketika dihubungi media ini Minggu, 8 Maret 2026, pagi.

“Saya berkeyakinan demikian. Karena apa motif pencatutan nama Deken Lembata dalam SK tersebut, kalau bukan klaim legitimasi dari Pemda Lembata,” tanya Ama Raya.

Lebih jauh Ama Raya menjelaskan, pencatutan ini mengindikasikan adanya upaya dan strategi Pemda untuk memanipulasi umat, terutama kelompok penentang bahwa pihak Gereja berada dalam barisan pendukung geothermal.

WALHI Nilai Ada Upaya Adu Domba Dibalik Pencatutan Deken dan Tomas di Lembata

Selian itu, pencatutan ini menurut Dia juga merupakan bentuk pelanggaran etika komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Lembata dan Institusi Gereja Katolik yang telah secara tegas telah menyatakan sikap menolak proyek ogeothermal.

Karena itu, Ama Raya mendesak Bupati Lembata untuk segera meminta maaf kepada gereja dan umat katolik.

“Bupati harus minta maaf karena pencatutan Romo Deken itu sungguh menyakiti hati kami. Gereja tidak bisa dipermainkan seperti ini. Sudah ada sikap moral gereja soal geothermal dalam bentuk surat gembala. Bagaimana bisa SK itu dibuat seburuk dan syarat manipulasi seperti itu,” tegas Ama Raya.

Meskipun demikian, Ama Raya juga mengingatkan bahwa hukum cinta kasih dalam ajaran Kristus memungkinkan kita untuk memaafkan Bupati Lembata jika permintaaan maaf itu dilakukan secara terbuka.

Terkait permohonan maaf, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq yang dihubungi media ini, Sabtu 7 Maret 2026 malam, menjelaskan akan berkoordinasi dengan OPD teknis hari ini (Minggu, 8/3/26) untuk memohon maaf kepada Romo Deken.

SK Bupati Tentang POKJA Geothermal Atadei Catut Nama Deken Lembata

“Besok dulu, saya koordinasi dengan OPD supaya mereka minta maaf ke Romo Deken, kenapa tidak sampaikan Romo terlebih dahulu”, balas Bupati Kanis, melalui What’s Up.  *BP01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *