Pendidikan
Beranda / Pendidikan / UKK SMK Negeri 1 Lewoleba Uji Kesiapan Siswa Masuk Dunia Kerja

UKK SMK Negeri 1 Lewoleba Uji Kesiapan Siswa Masuk Dunia Kerja

Lewoleba, 20 April 2026__Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lewoleba secara resmi melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Siswa tahun pelajaran 2025/2026, yang berlangsung mulai tanggal 20 hingga 22 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa sesuai standar kompetensi nasional, serta memastikan lulusan sekolah ini siap bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja maupun industri.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam acara pembukaan dan koordinasi yang dihadiri pimpinan sekolah, pengawas pendidikan, serta guru pengampu, ujian kompetensi tahun ini meliputi tiga jurusan unggulan yang ada di sekolah, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, serta Agribisnis Perkebunan. Ketiga bidang ini dipilih sesuai potensi unggulan wilayah Nusa Tenggara Timur, yang memiliki sumber daya alam pertanian dan peternakan yang besar.

Selain itu, tiga jurusan pada bidang kemaritiman dan teknologi, pelaksanaan UKK difokuskan pada penguatan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kompetensi keahlian yang diujikan meliputi NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan), TPK (Teknik Pemesinan), serta TKJ (Teknik Jaringan Komputer). Melalui ujian ini, siswa diuji secara langsung dalam praktik kerja yang mencerminkan kondisi nyata di dunia industri dan jasa.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Lewoleba, Kristina Dudeng, S.Pd. menyatakan bahwa ujian kompetensi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan bentuk pertanggungjawaban sekolah dalam mencetak tenaga kerja terampil.

“Kami berupaya menyelaraskan materi pembelajaran dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui ujian ini, kami dapat mengevaluasi efektivitas pembelajaran sekaligus memastikan setiap siswa memiliki kemampuan yang diakui secara resmi,” ujarnya saat memberikan arahan dalam rapat persiapan.

Bangun Paradigma Pembelajaran Berbasis AI, SMK Negeri 1 Lewoleba Ikuti Zoom Meeting AI READY ASEAN

Salah satu pengawas pendidikan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah sekolah yang terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian. Ia menekankan bahwa standar penilaian harus tetap dijaga agar sertifikat kompetensi yang diterima siswa memiliki bobot yang diakui di tingkat nasional maupun daerah. “Kompetensi yang dimiliki siswa akan menjadi modal utama mereka saat melamar pekerjaan atau mendirikan usaha sendiri. Oleh karena itu, proses penilaian harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh,” katanya.

Selama pelaksanaan, ujian terdiri dari dua bagian utama: tes teori untuk menguji pemahaman konsep dasar, dan tes praktik untuk menilai kemampuan siswa menerapkan ilmu dalam situasi nyata. Tim penguji terdiri dari guru sekolah serta tenaga ahli dari instansi terkait dan dunia usaha, sehingga hasil penilaian lebih akurat dan relevan dengan kondisi lapangan.

Selain itu, Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah juga melibatkan penguji eksternal dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta instansi terkait yang telah menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 1 Lewoleba, di antaranya Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Bengkel Ile Roma Kabupaten Lembata, serta PT Telkom Akses Lewoleba.

Sejumlah siswa yang mengikuti ujian menyatakan bahwa mereka telah mempersiapkan diri dengan baik melalui pelatihan dan praktik rutin di sekolah. “Kami berlatih setiap hari di laboratorium dan lahan praktik sekolah, sehingga merasa cukup percaya diri saat mengerjakan soal dan melakukan tugas praktik,” ujar salah satu peserta ujian.

Dengan berakhirnya ujian kompetensi ini, sekolah berharap persentase kelulusan kompetensi dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya. SMKN 1 Lewoleba juga berencana untuk terus memperbarui kurikulum dan metode pembelajaran agar tetap sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, demi menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari KORWAS DIKMEN DIKSUS Kabupaten Lembata, serta masyarakat sekitar yang menyadari pentingnya peran pendidikan kejuruan dalam memajukan perekonomian daerah.***

Sumber: Tim Publikasi SMKN 1 Lewoleba

Editor: BP02/AK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *