Politik
Beranda / Politik / Politik / Selain Hearing Dengan GM ASDP, Pemda Lembata Didesak Surati Pelni

Selain Hearing Dengan GM ASDP, Pemda Lembata Didesak Surati Pelni

Dalam surat penegasan yang diterbitkan pada 15 Februari 2026, AXEL dan FORMALEN menegaskan tiga (tiga) point utama.

Lembata, beritapas – Aliansi Expedisi Lembata (AXEL) dan Forum Parlemen Jalanan Lomblen (FORMALEN) kembali menyurati Bupati Lembata perihal penegasan sikap, menidaklanjuti aksi massa 8 April 2026 lalu.

Pertama, AXEL dan FORMALEN menegaskan bahwa kesepakatan dengan Pemda Lembata dalam aksi massa sebelumnya terkait uji coba sandar ramp door kapal pada 09 April 2026, baik di pelabuhan Waijarang maupun Pelabuhan laut Lewoleba tidak terlaksana.

Karena itu, pemerintah daerah kabupaten Lembata dituntut untuk segera menyurati General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang agar dalam waktu dekat dapat dilakukan hearing bersama dengan semua pihak di Lembata membicarakan solusi jangka pendek terkait pelayanan bongkar muat kendaraan roda empat atau lebih.

Usulan untuk menyurati General Manajer PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang juga menjadi saran kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba dalam audiens dengan AXEL dan FORMALEN pada Selasa, 14 April 2026.

Kedua, bahwa pada point 3 berita acara kesepakatan tersebut telah disepakati tentang pembangunan Plengsengan dermaga di lokasi Wulen Luo. Namun AXEL dan FORMALEN menyangsikan keseriusan pemerintah daerah dan pihak PT. ASDP Indonesia Ferry untuk membangun pelengsengan tersebut.

Terkait hal ini, AXEL dan FORMALEN menyarankan agar sebaiknya pemerintah daerah kabupaten Lembata segera dan intens membangun komunikasi dengan PT. Pelni, mendatangkan atau menambah rute kapal Roro milik PT. Pelni yang dilengkapi Side Ramp Door atau Ramp Door Samping.

Ternyata Selain Deken, SK Pokja Geothermal Juga Catut Nama Tokoh di Atakore

“Saat ini kapal Roro Milik PT. PELNI dengan side Ramp Door rute Surabaya – Maumere kan sudah ada tuh, namanya KM Egon. Tinggal kehendak baik dari Pemda saja menyurati dan berkomunikasi langsung dengan PT. Pelni agar bisa minta penambahan rute ke Lembata dan Kupang” ujar Ciprianus Pito Lerek, koordinator umum di lobi kantor Bupati Lembata usai menyerahkan surat penegasan sikap ke ruang Bupati Lembata.

Pendekatan untuk mendatangkan atau menambah rute kapal dengan Ramp Door samping ini menurut Pito Lerek, juga dapat diupayakan ke perusahaan swasta lainnya untuk optimalisasi rute Maumere- Lembata- Kupang.

“AXEL dan FORMALEN siap memberikan data dukung lainnya, mengingat pilihan ini menjadi solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang dalam menghindari monopoli jika sewaktu-waktu terjadi kevakuman pelayanan oleh PT. ASDP atau kerusakan fasilitas labuh tambat” jelas Heri Tanatawa, anggota FORMALEN lainnya.

Selain mendesak Pemda Lembata untuk membangun komunikasi dengan PT. PELNI AXEL dan FORMALEN juga mengingatkan Pemda Lembata agar terus mendesak PT. ASDP Indonesia Ferry untuk segera melakukan perbaikan Pelabuhan Ferry Waijarang karena saat ini telah terjadi kenaikan harga sewa kontainer dari Rp 13.500.000 menjadi Rp.16.000.000/unit dan telah memicu kenaikan harga barang. 

AXEL dan FORMALEN memberikan jangka waktu 1 (satu) minggu kepada Pemda Lembata untuk mengeksekusi tiga point penegasan sikap tersebut setelah surat tersebut diterbitkan.

Jika pemerintah daerah tidak segera menindaklanjuti 3 point penegasan sikap tersebut, aksi massa berjilid-jilid menjadi pilihan lanjutan bagi AXEL dan FORMALEN.

Untuk diketahui, saat penyerahan surat penegasan ini, utusan AXEL dan FORMALEN tidak bertemu langsung dengan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq.

Informasi yang diperoleh media ini, Bupati Kanis sedang menuju ke desa Babokerong, kecamatan Nagawutung dalam rangka menyerahkan bantuan untuk korban gempa. *(BP01)

Temui Uskup Larantuka, FRONTAL Beberkan Manipulasi Dukungan Proyek Geothermal Atadei

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *